Lewati ke isi
Psikologi untuk dibaca semua orang.

Jean Piaget: Kontribusinya Mengajarkan Kita Menghargai Perkembangan Anak

Psikolog asal Swis bernama Jean Piaget telah memberikan banyak sumbangsih untuk psikologi. Kehadirannya diperhitungkan dalam dunia psikologi. Temuannya dan teori psikologi miliknya hingga kini masih digunakan, perannya untuk psikologi memang tidak main-main.

Alangkah baiknya berkenalan dengan tokoh ini; Jean Piaget. Dengan mengenal lebih dalam, maka akan memahami rekam jejaknya selama mengembangkan psikologi. Apa saja yang telah dilalui, dan bagaimana ia bisa mencetuskan ide menjadi sebuah teori besar.

Biografi Singkat

Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1986 di Neuchâtel, Swiss. Ia merupakan anak tertua dari seorang Profesor ternama Universitas Neuchâtel. Ayahnya merupakan profesor di bidang literatur abad pertengahan. Ibunya merupakan keturunan Perancis.

Saat kecil Jean Piaget sangat tertarik pada biologi, bahkan pada usia 15 tahun ia telah menerbitkan artikel tentang zoologi. Ketertarikannya pun berkembang pada filsafat, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Universitas Neuchâtel. Selama kuliah Jean Piaget aktif menerbitkan artikel filosofi, dengan begitu menunjukan bahwa Jean Piaget memang aktif dalam menulis. Hari-hari Jean Piaget selalu dekat dengan aktivitas akademik, oleh karena itu ia memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap ilmu pengetahuan.

Tidak berhenti sampai di situ, Piaget juga melanjutkan minatnya di psikoanalisis, kemudian membantu sebuah lab psikoanalisis cukup terkenal; yakni Binet’s Institute.

Di masa tersebut Piaget mengelola psikotes untuk mengukur intelegensi. Selama menjalankan Binet’s Intelligence test, Piaget menyadari bahwa anak-anak sering mengalami kesalahan dalam menjawab sebuah soal dibandingkan dengan orang dewasa. Pada saat itu Piaget mengembangkan sebuah studi tentang perkembangan kognitif (cognitive development).

Selanjutnya Piaget banyak melakukan studi mengenai perkembangan kognitif. Saking banyaknya studi yang dilakukan oleh Piaget dan rekan-rekannya, menyebabkan ia dijuluki sebagai “Piaget’s factory.”

Di masa tersebut Piaget menjadi tokoh psikologis nomor dua (setelah B. F. Skinner) yang paling banyak dikutip dalam berbagai penelitian.

Temuan akan perkembangan kognitif dari anak-anak hingga dewasa menjadi sumbangsihnya di psikologi.

Teori Kognitif Piaget

Piaget sangat menekankan pada perkembangan kognitif anak-anak. Setiap perkembangan kualitas kognitif anak akan mengalami suatu proses yang tergantung dari kematangan biologis dan pengalaman sekitar (environmental experience).

Dengan begitu Piaget mengajarkan kita untuk lebih memahami tumbuh kembang anak dan dunianya. Piaget juga menyatakan bahwa perlu mengerti segala kemungkinan pengalaman yang akan dihadapi anak-anak untuk memahami dunianya.

Tiga teori terkemuka dari Piaget adalah; skema, proses adaptasi (equilibrium, assimilation, & accommodation), dan tahap perkembangan kognitif (sensorimotor, preoperational, concrete operational, & formal operational).

  • Skema, merupakan pola berpikir yang terbentuk berdasarkan informasi di mana didapatkan dari masa lalu dan berguna untuk masa depan. Skema digambarkan sebagai pondasi dasar dalam membentuk model kognitif yang dimiliki seseorang untuk merepresentasikan dunia. Pondasi terbentuk membangun pengetahuan pada manusia sebagai kemampuan intelegensi. Setiap skema membentuk unit pengetahuan yang erat dengan keadaan sekitar, termasuk objek (benda), aksi (kegiatan), dan abstrak (konsep, ideologi, dll).
  • Proses Adaptasi, pada tahap ini merupakan perkembangan dari skema yang sudah dimiliki sebelumnya dalam memahami dunia (assimilation). Namun, ketika skema yang dimiliki sebelumnya tidak dapat menjawab suatu keadaan/fenomena, maka skema yang dimiliki tersebut tidak dapat dipertahankan lagi (accommodation). Dengan begitu perlu melakukan pemahaman untuk menciptakan sebuah skema baru yang lebih tepat agar mampu menjawab/menjelaskan fenomena yang sedang dihadapi (equilibration). Keadaan proses adaptasi ini akan terus terjadi sepanjang hidup, selama kita terus belajar dan memahami dunia.
  • Tahap perkembangan kognitif, pertama adalah tahap Sensorimotor (0-2 tahun), tahap ini ialah memahami objek yang ada di sekitar. Pada sensorimotor melakukan pembentukan skema awal mengenai pemahaman akan suatu objek. Kedua, tahap praoperasional (2-7 tahun) yang mana anak mulai memahami simbol, kemudian mengerti sebuah pemaknaan yang berawal dari bahasa. Ketiga, tahap operasional konkret yang mana kemampuan logis dari anak mulai berkembang, dan anak dapat berpikir secara rasional. Terakhir, yakni tahap operasional formal (11 tahun ke atas) di mana manusia sudah mampu dan mengembangkan kemampuan abstrak konseptual, dan analisis logis lebih mendalam.

Tiga teori tersebut yang dikembangkan oleh Piaget, dan hingga saat ini masih digunakan serta terus dikaji.

Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Piaget, ia sangat menekankan pada proses belajar. Piaget sangat menyarankan untuk memberikan kegiatan yang memacu keaktifan anak, agar anak dapat menemukan dan merekonstruksikan dunianya. Piaget pun menganjurkan untuk menggunakan berbagai kegiatan kolaboratif selama anak belajar (seperti kegiatan yang melibatkan berbagai indra).

Saran terakhir dari Piaget adalah melakukan evaluasi dari setiap perkembangan anak, dan kemudian memberikan kegiatan yang tepat agar anak mampu berkembang lebih baik lagi.

Perspektif yang diberikan Piaget sangat berguna dalam memahami anak-anak, supaya kita dapat memberikan pendidikan yang lebih baik. Tentu harapannya agar generasi muda dapat berkembang menjadi lebih cerdas dan tangguh dalam menghadapi dunia.

Referensi

Piaget, J., & Cook, M. T. (1952). The origins of intelligence in children. New York, NY: International University Press.

Siegler, R. S., DeLoache, J. S., & Eisenberg, N. (2003). How children develop. New York: Worth.