Wilhelm Wundt: Bapak Psikologi yang Radikal, Berkatnya Psikologi Menjadi Disiplin Ilmu Mandiri
Pernah mendengar nama Wilhelm Maximilian Wundt? Seorang pembesar psikologi yang sangat berjasa untuk keilmuan jiwa dan perilaku ini.
Beliau menyandingkan banyak julukan. Mulai dari Bapak Psikologi, Bapak Psikologi Modern, Pencetus Psikologi Eksperimental, Psikologi Kultural, Strukturalisme, Filsuf dan sosok yang banyak mempengaruhi pembesar psikologi lainnya (sebut saja salah satunya adalah Sigmund Freud).
Mungkin yang paling terkenal, beliau dipanggil dengan sebutan Bapak Psikologi atau Bapak Psikologi Modern. Kala itu psikologi masih termasuk ke dalam rumpun ilmu filsafat dan biologi. Karena pembahasannya merupakan jiwa manusia sehingga perdebatannya banyak dalam konsep abstrak seperti filsafat.
Ketidakpuasan Wundt terhadap pembahasan jiwa yang terlalu abstrak dari sudut filsafat, dan terlalu direduksi dari sudut fisiologi (karena hanya melihat faktor fisik, dan mengabaikan proses mental). Kemudian ia mencetuskan psikologi sebagai rumpun ilmu yang independen. Akhirnya psikologi pun memisahkan dari disiplin ilmu filsafat dan biologi.
Dengan harapan agar psikologi dapat menjelaskan dengan cara yang lebih baik, lebih terstruktur dan empiris. Tidak hanya terbatas pada pembahasan jiwa yang abstrak saja, atau pengabaian proses mental.
Langkah radikal lainnya adalah menciptakan laboratorium eksperimental yang mengabdikan pada temuan psikologi dengan lebih terukur dan empiris. Kemudian dia juga mendirikan jurnal akademik psikologi pertama.
Sumbangsihnya terhadap psikologi sungguh besar, banyak langkah radikal yang ia lakukan. Semua itu dilakukan agar membuat psikologi menjadi semakin berkembang dan diakui oleh keilmuan lainnya. Sosoknya bagi psikologi tidak akan dilupakan.
Biografi Singkat
Wundt lahir di Mannheim, Jerman, pada tanggal 16 Agustus 1832. Ia merupakan anak keempat dari Maximillian Wundt dan Marie Frederike. Kakeknya merupakan seorang profesor geografi dan pastor di zamannya.
Lahir pada keluarga yang berkecukupan membuat Wundt mendapatkan pendidikan layak. Ia mengambil kuliah kedokteran kala itu, dan setelah lulus ia menjadi seorang fisiologis. Pada saat itu, ia memiliki minat terhadap persepsi manusia, maka ia mengajukan diri menjadi asisten profesor di bidang psikologi medis.
Kecemerlangannya membuahkan sebuah buku yang mempelajari fisiologis manusia, meskipun demikian ia memiliki ketertarikan pada subjek psikologi. Ia pun sempat mengajar mata kuliah psikologi di kampus.
Ketika Wundt diangkat menjadi profesor ia semakin banyak bersentuhan dengan psikologi dan terus mengembangkan teori psikologi. Pada saat itu ia memutuskan untuk membuat laboratorium psikologi eksperimental.
Meskipun ia dikenal dengan sebutan Bapak Psikologi Eksperimental, dalam memoarnya ia menyebutkan seharusnya Ernst Heinrich Weber yang lebih layak disebut sebagai Bapak Psikologi Eksperimental. Karena berkat Weber memberikan kontribusi untuk melakukan perhitungan secara kuantitatif perilaku manusia, dengan begitu akan lebih mudah untuk memahami perilaku manusia.
Setelah menjadikan Psikologi ilmu yang independen dari filsafat dan biologi, Wundt mendapatkan banyak murid yang sangat tertarik di bidang baru yang ditawarkan olehnya. Bersama murid-muridnya ia banyak melakukan temuan menarik, dan menjadi awal perkembangan psikologi ke depannya.
Saat itu psikologi berkembang begitu pesat, dengan dukungan murid Wundt yang begitu banyak. Semua itu berkat Wundt memutuskan Psikologi menjadi disiplin ilmu mandiri, oleh karena itu keputusan tersebut dapat dibilang sebagai keputusan radikal yang dilakukan oleh seorang Wundt.
Kontribusi Wilhelm Wundt pada Psikologi
Selain mendirikan laboratorium psikologi, ia juga memiliki banyak kontribusi lainnya. Framework awal psikologi banyak ditemukan oleh Bapak Psikologi ini, pembahasannya menjadi menarik hingga berpuluh-puluh tahun kemudian, sehingga psikologi dapat berkembang seperti saat ini.
Teori Proses (Process Theory)
Dalam mempelajari mental, Wundt menjelaskan sebuah teori proses, bahwa perubahan mental seseorang berdasarkan proses yang dirasakan. Proses tersebut berhubungan dengan persepsi, kognisi, emosi dan motivasi. Menurut Wundt perubahan atau proses mental terjadi secara sadar, dan ini berhubungan kesadaran seseorang. Meskipun pada era berikutnya dibantah dengan pendapat Freud tentang teori alam bawah sadarnya.
Psikologi Umum (General Psychology)
Menurutnya psikologi merupakan keilmuan yang utuh. Tidak seperti dengan fisiologi yang hanya melihat secara fisik saja, tetapi perlu mempertimbangkan faktor mental yang dimiliki oleh manusia. Sehingga menurut Wundt, psikologi atau jiwa tidak boleh direduksi dengan hanya melihat perilaku seseorang, perlu diperhatikan interaksi antara mental dan tubuh.
Sangat tidak adil jika melihat psikologi hanya dari perilaku seseorang. Wundt menjelaskan dibalik perilaku ada proses yang terjadi di mental manusia. Proses mental yang berlangsung tersebut yang menyebabkan perilaku seseorang. Sehingga untuk memahami manusia secara utuh perlu mengerti seluruh proses mental yang dimiliki manusia.
Kultural Psikologi (Cultural Psychology)
Wundt juga menekankan pada faktor budaya yang dimiliki oleh setiap manusia. Menurut Wundt budaya sangat mempengaruhi seseorang dalam bertindak, dan sangat erat dengan keadaan mental seseorang juga.
Atas pemahaman ini, menunjukan bahwa Wundt tidak hanya melihat individu secara sempit tetapi terpengaruh atas keadaan sekitar secara makro. Perkembangan psikologi sosial, dan komunitas psikologi menjadi pembahasan berikutnya di masa mendatang.
Neuropsikologi (Neuropsychology)
Latar belakang pendidikan Wundt sebagai seorang dokter dan fisiologis yang mempengaruhi Wundt dalam memahami psikologi. Ia sangat percaya pada fungsi neurologis manusia terhadap perilaku manusia. Perkembangan kognisi manusia dan psikologi kognitif menjadi cikal bakal dari sini.
Wundt juga menciptakan modeling neuropsikologis yang melibatkan interaksi antara sensoris, motoris, cerebral cortex, emosi, kognitif dan motivasi. Model tersebut menjadi landasan dalam perkembangan neuropsikologis.
Demikian merupakan biografi singkat dan kontribusi dari Wilhelm Wundt untuk Psikologi. Jasanya sungguh besar, maka dari itu ia memang layak disandingkan sebagai Bapak Psikologi.
Referensi
Saulo de F. Araujo: Wundt and the Philosophical Foundations of Psychology. A Reappraisal. 2016.