Metode RCT sebagai Evaluasi Dampak Program dan Penelitian
RCT atau Randomized Controlled Trials adalah metode eksperimental yang dilakukan dalam menjalankan sebuah program/penelitian. Metode ini menekankan kepada pengukuran pada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan dalam setiap program atau penelitian.
Di setiap program atau penelitian, selalu ada hasil yang ingin dicapai atau sering disebut dengan outcome. Hasil program tersebut harus dipastikan karena adanya program ataupun penelitian yang dilakukan oleh peneliti/program manajer.
Penerapan metode RCT biasanya dilakukan pada program nyata untuk masyarakat luas, karena hal tersebut digunakan untuk mengetahui evaluasi dampak dari program yang dijalankan. Sama juga dengan penelitian, bahwasannya kita perlu mengukur sebuah perubahan yang terjadi dari treatment penelitian yang telah dilakukan.
Pada dasarnya RCT digunakan untuk melakukan evaluasi dampak. Mengapa evaluasi dampak itu diperlukan? Tentu saja untuk mengetahui keberhasilan dari sebuah program yang dilakukan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya mengetahui mengapa RCT merupakan metode evaluasi dampak yang dapat diandalkan. RCT dikenal sebagai gold standard dari metode evaluasi dampak. Hal ini disebabkan karena RCT memiliki banyak ketentuan yang harus diikuti dengan persyaratan yang cukup kompleks.
Sampel yang akan dijadikan RCT tidak bisa sembarangan, karenanya RCT memerlukan sebuah ukuran sampel dari populasi yang cukup besar. Oleh karena itu evaluasi dampak dalam sebuah program yang menggunakan RCT biasanya skala nasional ataupun internasional. Paling tidak memiliki populasi dan sampel yang cukup besar.
Sampel yang cukup besar agar penelitian menangkap hasil yang dapat mewakili populasi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara umum di berbagai masyarakat/elemen.
Pada RCT pun terdapat berbagai parameter kunci yang perlu diperhatikan dalam melakukan seleksi partisipan ketika mengikutsertakan ke dalam program ataupun penelitian.
Pembagian Kelompok Sampel Dilakukan secara Transparan dan Adil
Salah satu kunci dalam menjalankan RCT ketika melakukan pemilihan sampel. Sangat penting dilakukan agar sampel yang digunakan dalam sebuah program/penelitian benar-benar mewakili sebuah populasi. Selanjutnya, selama menjalankan pemilihan sampel harus dilakukan dengan transparan dan adil. Terdapat beberapa langkah yang digunakan agar pemilihan sampel benar-benar adil dan transparan.
Teknik pemilihan sampel yang adil transparan dapat dilakukan sebagai berikut. Pertama, dengan membuat lotre atau undian yang setiap peserta berpartisipasi dalam mengambil lotre tersebut. Kedua, dengan menggunakan aplikasi random generator yang sudah banyak disediakan di berbagai platform. Ketiga, menggunakan koin ataupun dadu dalam mengacak sampel. Tiga cara tersebut yang cukup umum dilakukan dalam mengacak dalam memilih sampel, dan tentu saja masih banyak berbagai cara lainnya.
Ragam Faktor Eksternal yang Dapat Mempengaruhi Hasil Program (Outcome)
Sebuah hasil dari program atau penelitian yang terjadi perlu diperhatikan dengan seksama, apakah hasil yang terjadi memang disebabkan dari program yang diberikan kepada partisipan? Atau hasil yang didapat disebabkan oleh faktor lain?
Hal ini yang perlu menjadi perhatian khusus, karena dari setiap hasil (outcome) bisa saja terpengaruh oleh faktor lain, yaitu faktor yang tidak berkaitan dengan program yang dijalankan. Misalnya, jika sebuah program bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi seseorang, dan secara kebetulan setelah program terjadi kenaikan kemampuan ekonomi. Maka, ada kalanya memikirkan lebih jauh apakah betul kenaikan kemampuan ekonomi itu disebabkan oleh program yang diberikan?
Sebabnya bisa saja, terjadinya peningkatan ekonomi karena faktor dari luar program. Sebagai contoh, secara kebetulan iklim bisnis global sedang membaik dan Bank Dunia memberikan peluang cukup besar untuk meningkatkan perdagangan setiap negara. Sehingga, kemampuan ekonomi meningkat karena faktor eksternal, oleh karena itu tanpa adanya program yang diberikan sebelumnya pun kemampuan ekonomi dapat meningkat dengan sendirinya.
Perihal seperti itu perlu diperhatikan dengan seksama melalui metode RCT. Dengan begitu randomisasi terhadap sampel melalui RCT agar mengantisipasi partisipan tidak terkena dampak dari faktor eksternal. Pada penelitian di lapangan memang sangat mungkin sebuah program akan terkena pengaruh dari faktor eksternal.
Mengetahui Perbandingan Keadaan Sebelum dan Sesudah Program
Mengetahui keberhasilan dari suatu program, yaitu dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah program diberikan. Cara tersebut cukup mudah untuk mengetahui keberhasilan program, dengan mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah. Perbedaan tersebut menjadi tolak ukur yang pasti, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ukuran perbandingan pun bisa bermacam-macam, tergantung dari variabel apa yang diukur. Jika mengukur peningkatan ekonomi, maka dilihat dari kemampuan ekonomi setiap peserta. Bilamana kemampuan ekonomi membaik dari keadaan sebelum program, maka terjadi kenaikan kemampuan ekonomi dan itu tandanya keberhasilan dari program yang diberikan.
Bila pada program bertujuan pada penurunan agresivitas partisipan. Program akan dinyatakan berhasil jika tingkat agresivitas pada partisipan menurun bila dibandingkan dengan keadaan sebelum program.
Referensi
Gertler, J. P., Martinez, S., Premand, P., Rawlings, B. L., & Vermeersch, J.M. C. (2016). Impact evaluation in practice (2nd ed.). Washington DC: The World Bank.